Yono Suherman Soroti Kawasan Satu Akses Jalan, Minta Pemkot Segera Cari Solusi
POSKOTAKALTIMNEWS, BALIKPAPAN : Wakil Ketua DPRD Balikpapan, Yono Suherman, menyoroti masih adanya kawasan permukiman padat penduduk yang hanya memiliki satu akses keluar masuk. Kondisi tersebut dinilai berpotensi membahayakan keselamatan warga apabila terjadi keadaan darurat seperti kebakaran maupun bencana lainnya.
“Apabila terjadi
kebakaran, tentu bisa menimbulkan kepanikan. Saat kondisi kritis, pintu darurat
atau akses keluar menjadi satu-satunya jalur penyelamatan bagi warga,” ujar
Yono Suherman, Senin (3/8/2026).
Politikus Partai
NasDem itu menegaskan, keterbatasan akses dapat memicu risiko yang lebih besar
ketika terjadi bencana. Menurutnya, warga berpotensi saling berdesakan karena
tidak memiliki jalur evakuasi alternatif.
“Kalau hanya ada satu
akses, saat terjadi keadaan darurat bisa berakibat fatal. Warga akan berebut
keluar melalui jalur yang sama sehingga sangat berisiko bagi keselamatan,”
tegasnya.
Karena itu, Yono
meminta Pemerintah Kota Balikpapan melalui organisasi perangkat daerah (OPD)
terkait untuk segera melakukan peninjauan lapangan bersama pihak kecamatan,
kelurahan, hingga ketua RT setempat.
“Kami meminta
dilakukan pendataan terhadap kawasan-kawasan yang masih memiliki satu akses
jalan. Ini penting untuk memetakan wilayah yang membutuhkan perhatian dan
penanganan segera,” katanya.
Salah satu lokasi
yang menjadi perhatian berada di Jalan Marsma R. Iswahyudi RT 39, Kelurahan
Damai Bahagia, Kecamatan Balikpapan Selatan. Kawasan tersebut dikenal memiliki
tingkat kepadatan penduduk yang cukup tinggi, namun hingga kini belum memiliki
akses jalan alternatif.
“Daerah ini cukup
padat penduduk dan hanya mengandalkan satu jalan untuk aktivitas warga, baik
pejalan kaki maupun kendaraan. Kondisi seperti ini harus menjadi perhatian
bersama,” ungkapnya.
Yono memastikan persoalan tersebut akan dibahas dalam rapat dengar pendapat (RDP) bersama OPD terkait. Ia berharap pemerintah dapat menyiapkan program pembangunan akses jalan alternatif guna meningkatkan keselamatan dan kenyamanan masyarakat.
“Kami akan sampaikan
dalam RDP agar dicarikan solusinya. Jika memungkinkan dan lahan tersedia untuk
dibebaskan, pembangunan akses jalan alternatif perlu segera diprogramkan demi
keselamatan warga,” pungkasnya. (mid)